Aku tahu aku bukanlah manusia yang sempurna, aku sering merenungkan masalah ini. Terlebih karena fisikku yang kurang meyakinkan. Aku rasa hatiku pun begitu, hampa dan tak sesempurna perasaan hati orang lainnya yang sedang jatuh cinta dengan satu sama lain. Aku cemburu dengan mereka yang sangat bodoh mempercayakan cintanya bahkan seluruh jiwa raganya kepada orang yang belum pasti itu. Aku bagai daun yang melayang layang tanpa haluan, hanya mengikuti kemana arah angin muson ini menuju. Aku ingat aku sempat mendarat pada satu sarang burung di sekitar Borneo bagian utara, disana aku bertemu dengan seekor burung betina yang sedang sendirian. Disekitar telapak kakinya kulihat ada tiga buah telur burung yang sedang ia erami. Tapi ada yang lebih aneh dari burung ini, Burung ini mengapa dia sendiri? dan mengapa pula ia menangis? Lantas aku tanyakan padanya dengan na...
Significantly an Insignificant Person