Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Renungan

I am barely still here

Menjadi diri sendiri, kata orang.... Menjadi versi terbaik dari diri kita, kata orang.... Tanpa orang-orang itu tahu seberapa sulitnya.... Versi terbaik diri saya, sayangnya belum saya pikirkan. Hadirlah sebuah pemikiran dimana menuliskan resolusi untuk menjadi orang lebih baik kedepannya itu jadi sangat membosankan. Karena kebanyakan kegagalan yang saya alami akibat terlalu tingginya harapan. Saya sudah menyerah dalam beberapa hal. Dan mungkin tidak akan pernah ada yang bisa mengubah itu. Hadir lagi sebuah perasaan yang mengatakan bahwa semua usaha yang saya lakukan itu tidak ada gunanya. Untuk apa berjuang, untuk apa peduli... Disaat kamu tahu semua itu takkan ada artinya sedikitpun. Mungkinkah itu artinya sekarang saya sudah dewasa dan baru saja menerima tamparan kenyataan.....?? ...... Saya rindu dengan diri saya di masa lalu, hendry yang selalu berpikir semua bisa dicapai jika kita terus berusaha... hendry yang selalu punya ambisi dan cita-cita tinggi. d...

Berjuang sendiri

Tugas pejuang adalah untuk berjuang, entah apapun yang ia perjuangkan, Selama masih ada yang mesti diperjuangkan, Maka ia wajib tegar berjuang demi memperjuangkan perjuangan itu sendiri. Pejuang sudah semestinya anti mengeluh, Tetap semangat disaat tidak ada orang yang tahu seberapa pedih perjuangan yang ia jejaki. Rasa yang paling pahit bagi seorang pejuang adalah ketika perjuangannya tak dihargai, Padahal perjuangan itu ditujukan hanya untuknya... Segala yang dimiliki dipertaruhkan hanya demi dia seorang... Dulu kala, konon cinta akan menemukan jalannya sendiri lewat perjuangan, Konon katanya cinta bisa datang lewat kebiasaan, Mereka bilang cinta bisa saja tumbuh dari sering bertemu dan terbiasanya bersua... Kenyataan tak seindah teori manis itu... Masih ada saja pejuang bodoh yang percaya hal begitu, Berkata pada dunia bahwa ia ikhlas saat cintanya ditolak mentah-mentah, Padahal dalam hati Ia teriak tak rela seumur hidupnya... Hahaha. Ia ...

Menyambut Bulan yang Suci

(Artikel dari muslim.or.id) Imam Abu Bakr Az Zur’i rahimahullah memaparkan dua perkara yang wajib kita waspadai. Salah satunya adalah اَلتَّهَاوُنُ بِالْأَمْرِ إِذَا حَضَرَ وَقْتُهُ, yaitu kewajiban telah datang tetapi kita tidak siap untuk menjalankannya Wahai kaum muslimin, hendaknya kita mengetahui bahwa salah satu nikmat yang banyak disyukuri meski oleh seorang yang lalai adalah nikmat ditundanya ajal dan sampainya kita di bulan Ramadhan. Tentunya jika diri ini menyadari tingginya tumpukan dosa yang menggunung, maka pastilah kita sangat berharap untuk dapat menjumpai bulan Ramadhan dan mereguk berbagai manfaat di dalamnya. Bersyukurlah atas nikmat ini. Betapa Allah  ta’ala  senantiasa melihat kemaksiatan kita sepanjang tahun, tetapi Dia menutupi aib kita, memaafkan dan menunda kematian kita sampai bisa berjumpa kembali dengan Ramadhan. Ketidaksiapan yang Berbuah Pahit Imam Abu Bakr Az Zur’i  rahimahullah  memaparkan dua perkara yang wajib kita waspada...

Hanya Sedikit yang Kita Tahu

Titik ini seperti sebuah lembah di suatu gelombang transversal, yang secara berkala saya lewati. Titik terendah dari semua kepercayaan diri dan motivasi, karena ini adalah sumber dari semua tantangan yang akhirnya saya terima saat ini. Sudah hampir dua tahun saya kuliah di kampus ini, tetapi masih belum bisa masuk kedalam lingkungannya, pikiran ini sering terjadi saat saya ada di lembah gelap misterius ini, yang terus menerus bertanya pada saya "siapa kamu dan apa ini jalan yang benar bagimu?" Banyak sekali penyebabnya, masalah utamanya adalah akademik, kampus saya terlalu banyak punya mahasiswa/i unggulan, atmosfer disini bukan lagi tingkatan troposfer atau stratosfer, melainkan di termosfer dan bahkan eksosfer. Disini terlalu tinggi dan juga terlalu sesak bagi penduduk bumi biasa seperti saya. Saya tidak lagi mempermasalahkan cita-cita serta masa depan saya, saya ingin menjadi pilot, saya ingin jadi dokter, saya ingin jadi arsitek dll itu semua sudah saya ikhlask...

Makna Kecerdasan

Lebih dari 14 abad yang lalu, para sahabat telah mengetahui mukmin mana yang paling cerdas. Hal itu bermula dari pertanyaan sebagian sahabat kepada Rasulullah. Ibnu Majah meriwayatkan dalam hadits berderajat hasan. Hadits ini dari Ibnu Umar, bahwa ada seorang Anshar yang menghadap Rasulullah saat Ibnu Umar duduk bersama beliau. يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ : أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا. قَالَ فَأَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ : أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الأَكْيَاسُ “Wahai Rasulullah, orang mukmin manakah yang paling utama?” Beliau menjawab, “Orang yang paling baik akhlaknya.” Orang itu bertanya lagi, “Mukmin manakah yang paling cerdas?” Beliau menjawab, “Orang yang paling banyak mengingat mati dan paling banyak baik persiapannya menghadapi kehidupan setelah mati. Mereka itulah orang-orang yang paling cerdas.”  (HR. Ibnu Majah) Orang yang paling cerdas bukanlah orang yang paling tinggi...

Berhenti Sejenak

Sudah berapa tahun sejak kita lahir ke dunia ini? Lalu berapa jam yang kita lalui seiring kita tumbuh dewasa sampai detik ini? Sampai detik dimana kamu membaca kalimat ini? 19 tahun? 20 tahun kah? Masalah dan tantangan yang kita lalui tentu tingkat kesulitannya akan berbeda dari saat kita memulai kehidupan, saya mau semua dari kita sadar bahwa tidak ada satupun orang yang tidak berarti, karena semua orang telah berhasil melalui semua masalah itu sampai sejauh ini, hampir dua dekade ini dan masih akan terus berjalan. Mungkin masih ada di antara kita yang merasa tak berguna, menjadi inferior bagi orang lain di sekitarnya, iya, saya juga merasakan seperti itu, apalagi ketika pertama kali saya masuk perkuliahan. Sedikit cerita, Perkuliahan adalah tempat pertama kalinya saya kenal dengan banyak teman baik, juga disinilah saya akhirnya kenal dengan istilah 'pencitraan'. Dan seketika itu dia menjadi sifat yang paling saya benci  seumur-um...

Inilah Saya

Keluarga adalah hal terpenting bagi saya, Prioritas pertama saya dan selalu saya dahulukan. Keluarga itu selalu jadi yang terbaik, Apapun alasannya dan bagaimanapun keadaannya. Masalah yang pernah melanda keluarga mungkin merubah pandangan kita Terhadap keluarga kita Namun jangan pernah kita mengurangi hormat kita kepada keluarga, Apalagi kepada orangtua, ayah dan ibu kita. Dari semasa saya kecil, batita, balita hingga dewasa, Ayah dan ibu saya selalu bekerja keras. Saya terlahir di tahun 97 dimana krisis ekonomi akan melanda indonesia Disusul kelahiran adik saya di 98 yang juga menambah tantangan keluarga saya. Ayah saya pernah bilang kalau dulu banyak kerusuhan dimana-mana, Untuk cari beras dan kebutuhan pokok lain itu susah, Bukan hanya karena harganya yang melambung ke langit, Tapi juga keberadaannya yang sulit. Syukurlah daerah banten tidak begitu bergejolak, Masalahnya adalah yang dulu sering dirampok dan dirampas harta bendanya Itu ...

Keberhargaan diri

Manusia adalah makhluk yang sempurna, ia diberi akal sehat, kebebasan serta hawa nafsu dalam dirinya. Manusia mengalami perubahan dan perkembangan dalam ilmu pengetahuan yang sangat pesat dalam beberapa abad terakhir. Teknologi, biologi, psikologi, dll, semuanya telah menunjukkan perbedaan yang kentara jika dibandingkan era sebelumnya. Namun, dibalik kesempurnaan yang dimilikinya, manusia tetaplah manusia. Akal pikirannya tidak terlahir sempurna, banyak hal yang tidak ia ketahui hingga ia mencari tahu tentang hal tersebut. Bukan hanya ilmu pengetahuan yang harus manusia cari, tetapi juga bagaimana cara menjalankan diri dan kehidupannya selama ruhnya masih menempel pada jasad. Salah satu ilmu yang mesti diketahui manusia adalah ‘Bagaimana’ ia menjalankan hidup ini, How to play this game called life. Karena banyak aturan tersirat, banyak aturan yang tidak logis dan mesti dipahami betul-betul yang tentunya tidak diajarkan secara tekstual, tetapi eksperiental. Sebagian ‘ Tu...