Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Error

Siapa yang bertanya...

Post ini tentang satu pertanyaan yang diajukan ke ask.fm saya beberapa hari lalu... Pertanyaannya saya agak lupa detailnya, tapi intinya bertanya tentang: 'apakah saya pernah iri dengan saudara saya?' Maaf saya respon disini karena akunnya sudah saya tutup. dan saya memang tidak akan jawab, ini cuma respon saya terhadap pertanyaan seperti ini... Pertama, saya merasa pertanyaan dengan topik ini sangat mengganggu, tepatnya mengganggu privasi saya sebagai orang yang memang pernah punya konflik di topik ini. Terlepas dari ya atau tidaknya saya masih punya rasa iri, saya rasa lebih baik itu jadi masalah saya sendiri. Kedua, apa untungnya menanyakan pertanyaan seperti ini...? menurut saya kalau saya penanya tsb ya tidak ada sama sekali untungnya buat saya, yang ada malah jadi mengungkit masalah yang sudah lalu yakan? Mohon maaf... saya berusaha buat ga pernah bahas topik "iri", "saudara" dan yang berkaitan... terimakasih pengertiannya...

reason

Banyak yang bisa saya ungkapkan sekarang, Terutama ketika bercermin dan masih saja menemukan diri saya dari tiga tahun yang lalu... Sepertinya memang sudah seharusnya sejak dulu saya ceritakan ini... Saya hanya mau minta maaf jika pernah merasa kecewa dan kesal terhadap saya, Baik dari masa lalu maupun dari yang sekarang-sekarang, Semua berawal karena saya dan semua itu berakhir karena saya, Lebih tepatnya karena kebodohan saya. Ceritanya... Semenjak kekecewaan saya pertama kali dulu (SMP), Saya memang berubah, lebih menghindar dari keinginan untuk memiliki seseorang, Dengan kata lain sejak itulah saya tidak mau lagi pacaran, Mungkin hanya sekedar berteman saja dengan siapapun... Sudah dari sana saya tidak berani untuk memberikan harapan kepada siapapun, Namun, salah saya adalah karena saya mungkin terlalu akrab dalam berteman, Kesalahpahaman juga terjadi karena menganggap bahwa itu  adalah bentuk harapan yang saya berikan. Padahal bukan.....

My Secret Admirer (?)

Di tengah kesibukan, banyak sekali yang ingin saya ungkapkan di blog ini. Kesal, kecewa, lelah dan masih banyak lagi. Tadinya saya ingin sekali menulis tentang keluhan saya tentang banyak hal yang sudah mengendap itu, tentang kekecewaan saya pada seseorang, lalu juga tentang posisi saya sebagai partner kerja seorang kakak tingat yang sejak SMA telah berkolaborasi dengan saya dan sudah saya anggap sebagai kakak sendiri yang akhirnya posisi itu diambil alih oleh orang lain, tepatnya oleh teman saya sendiri... Namun saya rasa tidak lah... semua itu sudah tidak lagi ingin saya bahas, mood saya berubah saat di acara kemarin ada seseorang yang memberikan sebuah kado bertujuan untuk saya, padahal eventnya adalah tukar kado satu angkatan yang penerimanya random. Ia menuliskan di bungkusan luar kado itu: " Siapapun yang mendapatkan ini, tolong berikan kepada Hendry Alfiansyah (2E)".  sampai kadonya tiba ke tangan saya lewat seseorang. Isinya adalah gantungan kunci sederha...

Bukan Penggemar Katak

Sore itu saya menyadari sesuatu yang aneh, saya tidak tau harus seperti apa saya mesti bertindak. Saya merasa jadi orang terbodoh se-bonasel. Yes, I hate myself more than anything else. Sebabnya karena saya masih naif terhadap perasaan. Dan Tuhan telah merencanakan sesuatu yang tidak pernah sedikitpun saya sangka, karena saya tahu tidak ada yang namanya kebetulan. Yap, semua terjadi dengan alasan tertentu, dan saya yakin kali ini adalah untuk memperbaiki suatu kesalahan saya... Tak terhitung berapa kali saya memaksa diri untuk berubah, menjadi orang yang lebih dewasa dan bertanggungjawab, menjadi orang yang lebih bisa diandalkan. menjadi orang yang lebih bisa jaga perasaan. I wish this is the last time i convince myself to change, Wake up boy, this is your time to rise...

Weird world

God, sorry  that i couldn't bear that much problem yet.  dissapointment,  anger,  fear...  and responsibilities. Still, thats too much for me now maybe avoiding it can help. i hope so.