Dibawah langit hitam ini, ingatanku kembali lagi. Kini aku benar-benar ingat tentang semua hal yang terjadi padaku dulu. Seketika aku pun menangis. Hatiku lirih berkata rasanya tidak akan mudah melepaskan sesuatu yang seharusnya sudah aku buang sejak lama. Aku berani bersumpah pada hatiku bahwa aku sudah melupakan semua itu, tapi hal-hal yang selama ini aku lalui selalu memaksaku untuk kembali teringat kepadanya. Bulan purnama di langit itu sungguh menggores luka lama yang sebenarnya sudah tidak ada dalam hatiku sekarang. Angin malam ini, serta kunang-kunang di langit malam, semuanya disana seakan-akan menyudutkanku untuk terdiam dan memaksaku untuk teringat kejadian itu. Cahaya dari matanya yang berbinar sekarang membayangiku, canda dan tawa yang dulu kami pernah lewati, kini semakin jelas di telingaku, membuatku semakin hayut dalam t...
Significantly an Insignificant Person