Langsung ke konten utama

Halo? Siapa di sana?

Satu per satu kawan mulai pergi

Menjajaki suatu hubungan yang sejati

Entah kapan diri ini selesai mempersiapkan diri

Mungkin kelak, suatu saat nanti.


Perkara rencana hidup kedepan seharusnya jadi urusan masing-masing orang

Tidak perlu ada saling dorong-mendorong, apalagi sampai kucil-mengucilkan.


Posisi saya dalam urusan ini netral, mau mereka nikah cepat silahkan, nikah belakangan juga terserah

Lagipula orang punya prioritas masing-masing dalam hidupnya kan.


Yang menjengkelkan ketika kita dianggap lebih rendah daripada mereka yang sudah duluan,

Atau ketika kita dicap "Merana" karena masih hidup sendirian.


Sejujurnya saya sendiri sudah kebal dengan peer pressure seperti itu

Ya bodo amat yang lain mau udah kawin kek, mau udah punya anak sembilan kek

Apa urusannya hidup orang sama hidup saya?


Terus kenapa kalau orang lain udah tapi kita belum?

Apakah berarti kita orang yang paling hina di dunia ini?

Silahkan aja kalau mau pandang begitu, saya pribadi tidak peduli.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

crushing pressure

"Hen, tau gak si A sama istrinya pindah" "Hen si B udah pindah" "Hen kok kamu belum pindah" Somehow being told that I'm not the only one with this circumstances doesn't reassure me. What do you know about my situation? Do you think you understand how I feel? Do you think someone that you thought have the same situation as mine REALLY got no help like me? Shut up. I thought some people didn't care about me anymore, but maybe they don't care about me in the first place?

Yang Masih Berarti

Sore itu kita kembali bertemu, setelah beberapa waktu ini Di sebuah pinggiran danau yang memantulkan cahaya jingga Tidak ada orang lain disana, hanya kita Aku, seseorang yang selalu berusaha untuk menjadi bagian dari hidupmu Dan kamu, seseorang yang tidak pernah membalas perasaanku. Aku tidak yakin ini hanya mimpi atau kenyataan, Yang pasti, senyum yang kau sematkan itu terasa sangat nyata, Masih membuat dadaku sesak dengan kilas balik masa lalu. Senyum yang menurutku masih jadi yang paling indah, Senyuman yang jadi alasan mengapa aku selalu jatuh hati padamu. Aku merasakan tanganmu meraih tanganku, Setengah sadar, aku hanya mengangguk mengiyakan kata-kata yang kamu katakan padaku. Terdengar samar, telingaku hanya mendengar dengungan bernada kencang sedari kita berjumpa. Aku yakin barusan itu kamu minta maaf, dan memang sudah sejak dulu aku sepenuhnya memaafkanmu. Kemudian tanganmu mulai bercahaya, Merambat ke badan hingga cahaya itu menutupi...

Memendam Rasa

Hidup ini indah darimanapun kamu melihatnya, kecuali disaat kamu kecewa dan patah hati. Maka bagaimanapun caramu melihat hidup, hidup tidak akan ada indahnya sama sekali. Dari sekian banyak hal yang bisa  membuat hidup ini terasa menyenangkan, perasaan suka adalah salah satu  yang punya dua sisi bertolak belakang. Rasa suka itu tidak bisa dipaksa muncul, makanya ia juga tidak bisa dipaksa pergi begitu saja, perlu waktu, perlu usaha, dan perlu pengalihan. Hanya mencoba melupakan justru akan membuat semakin ingat. Jika rasa diantara dua orang sejalan, maka akan tercipta kebahagiaan. Sebaliknya, jika hanya perasaan sebelah tangan, yang ada hanya kecewa dan patah hati dari angan yang tidak tercapai. Memang sulit jika punya rasa suka tetapi kita tidak bisa memastikan bagaimana perasaan orang yang kita suka kepada kita, bukan masalah keberanian, tapi lebih ke masalah kesiapan kita. Jangan dulu saling suka kalau belum siap menikah. itu sih ...