Langsung ke konten utama

Postingan

Mungkin Suatu Hari

Bertemu denganmu adalah suatu hal yang bisa kubilang memiliki arti yang sangat penting bagiku. Aku tidak tahu denganmu, mungkin untukmu aku hanyalah seseorang lainnya yang kamu temui dalam hidupmu. Meskipun perpisahan sudah bisa terlihat waktunya, aku masih tidak tahu bagaimana harus menghadapi itu, aku belum siap untuk jauh darimu, tapi... belum juga siap untuk melangkah mendekatimu. Dengan jarak yang sebentar lagi akan membentang, aku yakin semuanya tidak akan lagi sama, setidaknya bagiku. Mungkin hidupmu akan tetap baik-baik saja, tidak akan ada yang berubah sekalipun aku tidak pernah hadir di dalamnya. Mungkin memang begitulah kehidupan ya, bertemu, berpisah, bahagia, menderita, dan seterusnya. Orang datang dan pergi di hidup kita, banyak wajah yang sekarang sudah blur di ingatan meskipun kita masih ingat namanya. Mungkin, aku pun akan berakhir seperti itu di ingatanmu. Tapi, begitu pun tidak apa-apa, tidak masalah buatku. Yang terpenting buatku adala...

Sudah Dulu

Jadi ceritanya ini beberapa hal yang masih belum saya tahu, mari disimak: 1. Bagaimana sikap sewajarnya laki-laki kepada perempuan? Saya bingung sikap seperti apa yang dikatakan wajar, apakah membatasi percakapan antar lawan jenis itu salah? bagaimana jika saya memutuskan untuk tidak terlalu banyak berkomunikasi dengan lawan jenis? tentu dengan alasan mengurangi kontak yang tidak perlu, apakah itu salah? apakah itu sombong? 2. Apa harus ya buru-buru? Kenapa sih, di tingkat 4 ini malah banyak sekali yang pacaran? apa hukum pacaran yang sebenarnya dalam islam? kalau itu perbuatan salah, kenapa masih banyak yang mendukung orang untuk pacaran? Saya sih kurang suka dengan mereka yang seperti itu, meskipun mau janjian untuk penempatan bersama lah atau menikah beberapa tahun lagi lah, kenapa tidak nanti saja janjiannya? kenapa harus dari sekarang? apa takut kehilangan? apa takut diambil orang? padahal saya yakin kalo semua orang paham jodoh itu gak akan tertukar. ...

Menyongsong Hari Depan

Pertengahan bulan Maret. Kita tak punya banyak waktu lagi di sini Skripsi, UAS, Seminar, Sidang, TKD Dan semua itu dalam satu semester kedepan Nanti tiba saatnya kita semua berpisah Aku ingin mengucapkan terimakasih atas tahun-tahun yang menyenangkan. Awalnya aku tidak tahu akan gimana nasibku sendirian di jakarta Tanpa teman dari SMA dan tidak ada kenalan di sini Kalianlah yang selalu merangkul dan baik padaku meski kita baru kenal Kalian menerimaku tanpa peduli siapa aku dan darimana asalku. Begitu banyak kenangan yang sangat kuingat di kampus ini: Jadi kelas pemberontak di gathering angkatan pertama, Jadi kelas juara umum di gathering angkatan kedua, Nugas kalkulus bareng sekelas di kos citoy sampai jam 3 pagi, Jadi panitia acara sana sini, dan banyak lagi. Aku menulis ini khusus untuk berterimakasih Kepada kalian semua teman-teman 57, Kelompok MP2K 28, Darba yodha, Kajaba, 1H, 2E, 3SE4, 4SE2, Bimbel, Silat, PDT, DN, dan lingkaran la...

Cinta Jangan Buru-buru

Setelah lelah dari memikirkan rencana akademis jangka panjang, saya jadi kepikiran untuk bahas rencana menikah di masa depan. Tapi memang masih abu-abu dan sama sekali saya belum punya rencana menikah, apalagi kalau ditanya kapan menikahnya, siapa calonnya, apalagi orang mana calonnya. Lupakan semua itu, saya masih nol dan sama sekali belum pantas untuk membicarakan hal serumit cinta. Saya memang percaya bahwa perasaan yang sebelum-sebelumnya pernah saya rasakan adalah cinta, tapi pada definisi yang sebenarnya, cinta bukan hanya tentang suka sama suka dari hati, tapi lebih, saaaangat lebih dari itu. Remaja sekarang banyak menganggap bahwa cinta itu sesuatu yang gampang, kamu suka dia, dia suka kamu, orangtua setuju, menikah. Hmmm. Semakin tua kita akan semakin mengerti kalau prosesnya sangat kompleks. Nampaknya tidak semudah itu (menurut saya), karena sebagai seorang calon kepala keluarga, rasa suka dan kepercayaan orangtua si doi tidak akan cukup. Bagi laki-laki (menurut saya...

Thank you

Apa sih artinya jadi dewasa? Apa itu artinya kita mulai suka lawan jenis? Atau dewasa berarti kita semakin suka begadang? Pernah sekali saya ditanya kenapa belum posting blog lagi, dan saya juga heran kenapa saya jarang curhat lagi. Setelah saya telaah lebih dalam, akhirnya saya tahu alasannya, saya jarang curhat karena saya merasa sudah dewasa. (gak nyambung?) Banyak definisi yang orang kaitkan tentang kedewasaan, tapi kalau menurut saya dewasa itu adalah lebih sedikit bicara. Terlebih lagi karena budaya peradaban manusia yang sama sekali tidak mengijinkan laki-laki untuk bebas mengekspresikan perasaannya. Kalau dia nangis dibilang cengeng, kalau dia terbuka dibilang alay, dan kalau dia aktif dibilang cari perhatian. Saya yakin bukan cuma saya yang pernah diperlakukan begitu baik lisan maupun tulisan. Masalahnya kan, kuliah semester akhir ini sulitnya bukan main, pasti stress, sedih, capek, ngantuk, males dan segala macemnya. Disaat saya in...

Lubang Hitam

Ada masanya semangat kita turun, ketika masa itu datang, tidak akan ada yang bisa membuatku merasa lebih baik kecuali menghilang dari siapapun, dari apapun, dari dunia ini. Aku tahu mungkin masa seperti ini hanya sementara saja, suatu saat akan hilang kalau sudah terlewati, tapi tetap saja rasanya sangat berat. Aku ingat masa kecil dulu saat masalah terbesarku hanyalah lecet di lutut, dan ketika tidur siang adalah hukuman terberat yang kuterima karena aku banyak main. Jika dibandingkan dengan masalah sekarang yang seperti ini, rasanya aku ingin menghilang saja, aku tidak tahu kenapa aku harus melakukan semua amanah ini dan kenapa aku tidak seperti orang lain yang hidupnya enak-enak saja? Jika aku bisa menghilang, aku ingin sekali melakukannya. Merasakan semua beban yang seketika terlepas dari pikiranku kurasa itu yang sekarang ini aku butuhkan. Mungkin kemudian aku bisa memulai hidup baru. Mungkin bukan sekarang waktu yang tepat, a...

Memendam Rasa

Hidup ini indah darimanapun kamu melihatnya, kecuali disaat kamu kecewa dan patah hati. Maka bagaimanapun caramu melihat hidup, hidup tidak akan ada indahnya sama sekali. Dari sekian banyak hal yang bisa  membuat hidup ini terasa menyenangkan, perasaan suka adalah salah satu  yang punya dua sisi bertolak belakang. Rasa suka itu tidak bisa dipaksa muncul, makanya ia juga tidak bisa dipaksa pergi begitu saja, perlu waktu, perlu usaha, dan perlu pengalihan. Hanya mencoba melupakan justru akan membuat semakin ingat. Jika rasa diantara dua orang sejalan, maka akan tercipta kebahagiaan. Sebaliknya, jika hanya perasaan sebelah tangan, yang ada hanya kecewa dan patah hati dari angan yang tidak tercapai. Memang sulit jika punya rasa suka tetapi kita tidak bisa memastikan bagaimana perasaan orang yang kita suka kepada kita, bukan masalah keberanian, tapi lebih ke masalah kesiapan kita. Jangan dulu saling suka kalau belum siap menikah. itu sih ...