Langsung ke konten utama

Mungkin Suatu Hari



Bertemu denganmu adalah suatu hal yang bisa kubilang
memiliki arti yang sangat penting bagiku.
Aku tidak tahu denganmu, mungkin untukmu
aku hanyalah seseorang lainnya
yang kamu temui dalam hidupmu.

Meskipun perpisahan sudah bisa terlihat waktunya,
aku masih tidak tahu bagaimana harus menghadapi itu,
aku belum siap untuk jauh darimu, tapi...
belum juga siap untuk melangkah mendekatimu.

Dengan jarak yang sebentar lagi akan membentang,
aku yakin semuanya tidak akan lagi sama, setidaknya bagiku.
Mungkin hidupmu akan tetap baik-baik saja,
tidak akan ada yang berubah
sekalipun aku tidak pernah hadir di dalamnya.

Mungkin memang begitulah kehidupan ya,
bertemu, berpisah, bahagia, menderita,
dan seterusnya.

Orang datang dan pergi di hidup kita,
banyak wajah yang sekarang sudah blur di ingatan
meskipun kita masih ingat namanya.
Mungkin, aku pun akan berakhir seperti itu di ingatanmu.
Tapi, begitu pun tidak apa-apa, tidak masalah buatku.

Yang terpenting buatku adalah pernah bersimpangan
denganmu di hidup yang sebentar ini,
mungkin saja kita tidak akan pernah bertemu lagi setelah ini,
atau mungkin ketika bertemu lagi,
kamu sudah jadi orang yang berbeda dari yang kuingat.

Jadi, biarkan aku berterimakasih kepada tuhan
atas pertemuan yang berharga ini.
Aku yakin jika memang takdir-Nya,
kita akan bertemu lagi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

crushing pressure

"Hen, tau gak si A sama istrinya pindah" "Hen si B udah pindah" "Hen kok kamu belum pindah" Somehow being told that I'm not the only one with this circumstances doesn't reassure me. What do you know about my situation? Do you think you understand how I feel? Do you think someone that you thought have the same situation as mine REALLY got no help like me? Shut up. I thought some people didn't care about me anymore, but maybe they don't care about me in the first place?

Kenangan Itu Tidak Perlu

Setelah kehilangan hampir semua file foto dan video semasa saya SMA Saya merasa kalau sebenarnya kenangan adalah sesuatu yang tidak penting Kehilangan semuanya atau sebagian, kehilangan atau tidak kehilangan sama sekalipun, Tetap saja tidak akan berpengaruh pada kehidupan dunia nyata pada jangka panjang. Dengan semua kenangan itu saya bisa ingat kalau saya pernah punya banyak teman, Tapi apa manfaatnya kalau sekarang mereka sudah tidak dekat dengan saya? Apa gunanya punya teman sekarang ini kalau pada akhirnya nanti Jauh dari mereka dan sama sekali tidak pernah lagi bersua? Dari semua wajah yang pernah saya kenali di SMA pun Cuma beberapa saja yang sekarang masih terlihat di reuni tahunan dan sering berhubungan Lalu kemana sisanya sekarang? Menghilang kah? Apa mereka masih ingat dengan teman-teman yang selalu ingat mereka? Apa bagi mereka teman masa lalu itu tidak penting karena sudah tidak ada lagi urusan? Ya mungkin mereka ada benarnya juga, Ma...

Semua yang Terjadi, Terjadilah...

Akan ada saatnya seseorang sadar Bahwa beberapa pilihan dalam hidupnya salah, Apa yang telah dilakukannya keliru, Apa yang dikatakannya tak masuk di akal sama sekali, Terlalu memberi harapan, lalu bertindak tanpa pertimbangan, Hingga akhirnya menyakiti orang lain tanpa ia tahu. Ketika saat itu tiba, kata 'Maaf' tidak akan lagi bisa memperbaiki semuanya, Karena bukan hanya keadaannya rusak, Tetapi kerusakannya sudah tidak ada lagi di kala itu, Waktu telah menelannya bulat-bulat, Menjadikannya kerusakan yang abadi di masa lalu, Kerusakan yang tidak akan bisa diperbaiki..... Meskipun termaafkan. Buat saya, baru saat inilah saya sadari itu semua. Ya, begitulah... Saya memang bodoh, Selalu lambat dengan hal semacam ini. Dan mungkin sekarang dia juga sudah tidak lagi mempedulikan masalah ini, Entahlah... Saya tidak tahu... Dan tidak banyak yang bisa saya lakukan saat ini kecuali meminta maaf, Berharap kedepannya bisa kembali menjadi temannya. Terlebih setela...