Langsung ke konten utama

Malam Berkabut


Hidup adalah hidup,
Ia membedakan, juga menyatukan dimensi kenyataan
dan dimensi khayalan secara simultan.
Memberikan kita ilusi yang nyata
tentang sesuatu yang sebenarnya fana.

Kehilangan adalah perasaan tersulit
untuk diatasi di hidup ini, 
bahkan sulit untuk sekedar diungkapkan.

Rasa takut akan kehilangan
terkadang menyesatkan kita pada jalan buntu,
yaitu pada berhentinya harapan dan hancurnya kepercayaan.
Padahal semua itu cuma terjadi hanya di diri kita,
konflik perasaan individu yang bahkan tidak satupun tahu
selain diri sendiri dan Tuhan Yang Maha Tahu,
iya, hanya konflik di batin kita sendiri saja,
tapi efeknya membatin hingga ke ubun-ubun

Awalnya cinta adalah rasa,
rasa suka berawal dari kesamaan,
merasa ada suatu kecocokan misterius
yang akhirnya menyatukan dua insan dalam satu himpunan,
entah sebagai sesama akademisi, sesama aktivis organisasi,
atau bahkan sebagai sesama pemegang peran edukasi.
kan ada pepatah jawa yang katanya:

"Witing tresno jalaran soko kulino"

Maka dengan begitu yang spesial dan yang luarbiasa di mata kita
akan kalah dengan yang selalu ada untuk kita.

Apa yang salah dengan merasa?
sejujurnya menolak keberadaan rasa
akan semakin mendesak ke arah sebaliknya,
sama-sama tahu bahwa kedua dari kita pura-pura tak merasa,
padahal di kedua hati tersimpan nama satu sama lain.
Iya, tidak ada yang salah dengan merasa,
yang salah adalah ketika terlalu banyak asa.

Harapan berlebihlah yang selalu menghancurkan suasana.
Berapa banyak persahabatan yang terpisah karena masalah rasa?
berapa orang teman yang jadi canggung karena ada yang bilang suka?
Ah, entahlah. Terlalu banyak dan tak akan terhitung selama manusia
masih tidak tahu caranya mengendalikan hati dan jiwa.

Ketika hari berganti malam,
dan langit mulai berubah gelap,
kita tahu apa yang dimaksud dengan rasa takut,
yaitu takut akan kehilangan, takut jika semua ini lenyap,
sedangkan kita masih terlalu terikat dengan dunia ini,
dengan kecintaan kita terhadap dunia fana,
dengan gemerlapnya yang kadang melalaikan,
dan dengan cinta buta yang kita miliki terhadap seseorang 
yang tanpa dipikir panjang kita berikan.  

Salahnya terkadang cinta kita ini terlalu buta,
tidak ada pertimbangan disana sini,
Akhirnya saat kecewa jadi merasa yang paling sengsara,
hanya karena perihal ditikung teman atau bahkan 
hanya karena cintanya ditolak mentah-mentah.

Begitulah hidup, 
hidup memang keras, 
hidup memang tak adil,
makanya kita perlu menyesuaikan dan menjadi lebih kuat,
sama halnya dengan perkara cinta ini.
Ada saat dimana kita berjuang demi si dia,
ada juga saat kita sadar cinta sejati bukan yang seperti ini.
Disitulah kita mulai menjaga hati dan menjaga perasaan.

Dan setelah dipikir lagi, dalam perjuangan perasaan,
lebih baik kita tidak tahu tentang sebuah kebenaran,
daripada kita tahu itu sedangkan kita tidak siap untuk menerima kenyataan pahitnya.

Jaga perasaan dan jaga diri,
jaga aqidah dan luruskan pandangan kedepan.
Mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk,
merupakan salah satu kekuatan untuk bertahan.
Semoga kita termasuk orang-orang yang bisa menjaga perasaan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

crushing pressure

"Hen, tau gak si A sama istrinya pindah" "Hen si B udah pindah" "Hen kok kamu belum pindah" Somehow being told that I'm not the only one with this circumstances doesn't reassure me. What do you know about my situation? Do you think you understand how I feel? Do you think someone that you thought have the same situation as mine REALLY got no help like me? Shut up. I thought some people didn't care about me anymore, but maybe they don't care about me in the first place?

Yang Masih Berarti

Sore itu kita kembali bertemu, setelah beberapa waktu ini Di sebuah pinggiran danau yang memantulkan cahaya jingga Tidak ada orang lain disana, hanya kita Aku, seseorang yang selalu berusaha untuk menjadi bagian dari hidupmu Dan kamu, seseorang yang tidak pernah membalas perasaanku. Aku tidak yakin ini hanya mimpi atau kenyataan, Yang pasti, senyum yang kau sematkan itu terasa sangat nyata, Masih membuat dadaku sesak dengan kilas balik masa lalu. Senyum yang menurutku masih jadi yang paling indah, Senyuman yang jadi alasan mengapa aku selalu jatuh hati padamu. Aku merasakan tanganmu meraih tanganku, Setengah sadar, aku hanya mengangguk mengiyakan kata-kata yang kamu katakan padaku. Terdengar samar, telingaku hanya mendengar dengungan bernada kencang sedari kita berjumpa. Aku yakin barusan itu kamu minta maaf, dan memang sudah sejak dulu aku sepenuhnya memaafkanmu. Kemudian tanganmu mulai bercahaya, Merambat ke badan hingga cahaya itu menutupi...

Memendam Rasa

Hidup ini indah darimanapun kamu melihatnya, kecuali disaat kamu kecewa dan patah hati. Maka bagaimanapun caramu melihat hidup, hidup tidak akan ada indahnya sama sekali. Dari sekian banyak hal yang bisa  membuat hidup ini terasa menyenangkan, perasaan suka adalah salah satu  yang punya dua sisi bertolak belakang. Rasa suka itu tidak bisa dipaksa muncul, makanya ia juga tidak bisa dipaksa pergi begitu saja, perlu waktu, perlu usaha, dan perlu pengalihan. Hanya mencoba melupakan justru akan membuat semakin ingat. Jika rasa diantara dua orang sejalan, maka akan tercipta kebahagiaan. Sebaliknya, jika hanya perasaan sebelah tangan, yang ada hanya kecewa dan patah hati dari angan yang tidak tercapai. Memang sulit jika punya rasa suka tetapi kita tidak bisa memastikan bagaimana perasaan orang yang kita suka kepada kita, bukan masalah keberanian, tapi lebih ke masalah kesiapan kita. Jangan dulu saling suka kalau belum siap menikah. itu sih ...