Langsung ke konten utama

Anonim tanpa nama


4 tahun telah berlalu,
masa kuliah tidak terasa begitu lama jika kita melihat ke belakang.

Ada banyak hal yang saya syukuri akhirnya dapat saya tinggalkan di jakarta,
Semua hal yang memalukan, tidak seharusnya terjadi dan yang disesali.

Awalnya saya bersyukur karena hanya saya yang datang dari daerah saya,
artinya tidak ada satupun orang yang kenal saya di kampus kecuali saya sendiri.

Konsep menjadi mahasiswa yang tidak dikenal siapapun di kampus,
dan lulus dari kampus tanpa meninggalkan hubungan apapun,
itu sangat menarik buat saya yang dasarnya tidak suka interaksi.

Tapi, kenyataannya malah sebaliknya,
bukan saya yang menjalin hubungan,
mereka di sekitar saya yang selalu menarik saya
ke dalam lingkaran mereka.

Rasanya hangat, nyaman, dan penuh perhatian.

Mereka memberikan kebaikan kepada saya meskipun saya baru mereka kenal,
dan meskipun pada awalnya saya masih sering berbohong dan juga
masih menyembunyikan sifat asli saya,
pada akhirnya saya memberanikan diri untuk keluar dari zona aman saya.

Bukan saya tidak bersyukur memiliki teman dan sahabat di kampus,
bukan karena saya anti sosial dan sebagainya,
namun punya banyak ikatan dengan orang-orang disini
hanya akan membuat perpisahan di akhir nanti semakin berat,

Sama seperti waktu SMA,
memiliki hubungan dengan ratusan orang dan hanya melangkah kedepan sendirian,
berpisah dengan mereka yang sudah terlanjur saya anggap sebagai keluarga,
itu tidak mudah.

Saya yang dulu berharap saya tidak punya banyak kerabat di kampus,
sekarang hanya bisa berharap perpisahan kali ini tidak seberat dulu.

Sisakan satu tempat untuk saya singgah di ingatan kalian,
kita akan selalu ingat satu sama lain,
seberapa jauh pun kita berpisah nantinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

crushing pressure

"Hen, tau gak si A sama istrinya pindah" "Hen si B udah pindah" "Hen kok kamu belum pindah" Somehow being told that I'm not the only one with this circumstances doesn't reassure me. What do you know about my situation? Do you think you understand how I feel? Do you think someone that you thought have the same situation as mine REALLY got no help like me? Shut up. I thought some people didn't care about me anymore, but maybe they don't care about me in the first place?

Kenangan Itu Tidak Perlu

Setelah kehilangan hampir semua file foto dan video semasa saya SMA Saya merasa kalau sebenarnya kenangan adalah sesuatu yang tidak penting Kehilangan semuanya atau sebagian, kehilangan atau tidak kehilangan sama sekalipun, Tetap saja tidak akan berpengaruh pada kehidupan dunia nyata pada jangka panjang. Dengan semua kenangan itu saya bisa ingat kalau saya pernah punya banyak teman, Tapi apa manfaatnya kalau sekarang mereka sudah tidak dekat dengan saya? Apa gunanya punya teman sekarang ini kalau pada akhirnya nanti Jauh dari mereka dan sama sekali tidak pernah lagi bersua? Dari semua wajah yang pernah saya kenali di SMA pun Cuma beberapa saja yang sekarang masih terlihat di reuni tahunan dan sering berhubungan Lalu kemana sisanya sekarang? Menghilang kah? Apa mereka masih ingat dengan teman-teman yang selalu ingat mereka? Apa bagi mereka teman masa lalu itu tidak penting karena sudah tidak ada lagi urusan? Ya mungkin mereka ada benarnya juga, Ma...

Semua yang Terjadi, Terjadilah...

Akan ada saatnya seseorang sadar Bahwa beberapa pilihan dalam hidupnya salah, Apa yang telah dilakukannya keliru, Apa yang dikatakannya tak masuk di akal sama sekali, Terlalu memberi harapan, lalu bertindak tanpa pertimbangan, Hingga akhirnya menyakiti orang lain tanpa ia tahu. Ketika saat itu tiba, kata 'Maaf' tidak akan lagi bisa memperbaiki semuanya, Karena bukan hanya keadaannya rusak, Tetapi kerusakannya sudah tidak ada lagi di kala itu, Waktu telah menelannya bulat-bulat, Menjadikannya kerusakan yang abadi di masa lalu, Kerusakan yang tidak akan bisa diperbaiki..... Meskipun termaafkan. Buat saya, baru saat inilah saya sadari itu semua. Ya, begitulah... Saya memang bodoh, Selalu lambat dengan hal semacam ini. Dan mungkin sekarang dia juga sudah tidak lagi mempedulikan masalah ini, Entahlah... Saya tidak tahu... Dan tidak banyak yang bisa saya lakukan saat ini kecuali meminta maaf, Berharap kedepannya bisa kembali menjadi temannya. Terlebih setela...