Langsung ke konten utama

Meninggalkan semua di belakang

Andai saya tahu begini rasanya perpisahan, maka dari awal saya tidak akan begitu banyak punya ikatan dengan banyak orang disini. Mungkin menjalani kehidupan sendiri tidak ada salahnya karena kamu tidak akan pernah merasakan pedihnya berpisah.

Tetapi saya tidak menyesali itu. Saya mensyukuri apa yang sudah terjadi, semua pengalaman, memori indah dan juga hangatnya persahabatan.

Senyuman kalian, hadirnya kalian, semua tentang kalian akan selalu ada disini, di tempat istimewa di hati saya.

Klise yang selalu saya ingat "setiap yang bertemu pasti akan berpisah", mungkin tidak selamanya benar, tapi setidaknya bisa menjustifikasi keadaan kita yang terpaksa berpisah karena surat keputusan.

Saya tahu tidak akan bisa kita bertemu lagi, setidaknya dalam waktu dekat, mungkin. Tapi tetap saya ingin kalian tahu bahwa saya akan sangat merindukan kalian.

Saya tidak tahu berapa berharganya saya bagi kalian, mungkin kehilangan saya bagi kalian hanya seperti kehilangan orang lainnya, namun bagi saya kehilangan kalian meninggalkan lubang besar yang entah bisa tertutup lagi atau tidak.

Banyak emosi yang bercampur dalam benak saya sekarang, canda, tawa, duka, suka. Juga ada hati yang terluka karenanya. Maafkan saya, maaf, sekali lagi maaf...

Saya tahu saya belum bisa memberi janji apapun, makanya saya memutuskan untuk pergi, saya tahu saya belum pantas untuk ditunggu, maka saya memaksa kamu untuk tidak menunggu orang seperti saya. Jodoh tidak ada yang tahu selain Tuhan, maka saya percaya siapapun itu pasti dia orang yang terbaik.

Berat memang, menjalani banyak hal bersama, melakukan ini itu bersama, maaf kalau kesannya saya hanya mempermainkan perasaan, tidak ada niatan seperti itu. Biarkan saya dibilang php atau sok alim, tidak apa. Lagipula saya memang sedang mencoba untuk jadi lebih baik lagi setelah ini, menjadi seseorang yang lebih pantas untuk ditunggu meskipun saya tidak tahu kapan itu akan terwujudkan.

Pada akhirnya saya cuma seperti orang yang lainnya, hanya datang dan pergi, pada akhirnya saya hanyalah orang yang mudah dilupakan.

Tapi tidak apa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

crushing pressure

"Hen, tau gak si A sama istrinya pindah" "Hen si B udah pindah" "Hen kok kamu belum pindah" Somehow being told that I'm not the only one with this circumstances doesn't reassure me. What do you know about my situation? Do you think you understand how I feel? Do you think someone that you thought have the same situation as mine REALLY got no help like me? Shut up. I thought some people didn't care about me anymore, but maybe they don't care about me in the first place?

Kenangan Itu Tidak Perlu

Setelah kehilangan hampir semua file foto dan video semasa saya SMA Saya merasa kalau sebenarnya kenangan adalah sesuatu yang tidak penting Kehilangan semuanya atau sebagian, kehilangan atau tidak kehilangan sama sekalipun, Tetap saja tidak akan berpengaruh pada kehidupan dunia nyata pada jangka panjang. Dengan semua kenangan itu saya bisa ingat kalau saya pernah punya banyak teman, Tapi apa manfaatnya kalau sekarang mereka sudah tidak dekat dengan saya? Apa gunanya punya teman sekarang ini kalau pada akhirnya nanti Jauh dari mereka dan sama sekali tidak pernah lagi bersua? Dari semua wajah yang pernah saya kenali di SMA pun Cuma beberapa saja yang sekarang masih terlihat di reuni tahunan dan sering berhubungan Lalu kemana sisanya sekarang? Menghilang kah? Apa mereka masih ingat dengan teman-teman yang selalu ingat mereka? Apa bagi mereka teman masa lalu itu tidak penting karena sudah tidak ada lagi urusan? Ya mungkin mereka ada benarnya juga, Ma...

Semua yang Terjadi, Terjadilah...

Akan ada saatnya seseorang sadar Bahwa beberapa pilihan dalam hidupnya salah, Apa yang telah dilakukannya keliru, Apa yang dikatakannya tak masuk di akal sama sekali, Terlalu memberi harapan, lalu bertindak tanpa pertimbangan, Hingga akhirnya menyakiti orang lain tanpa ia tahu. Ketika saat itu tiba, kata 'Maaf' tidak akan lagi bisa memperbaiki semuanya, Karena bukan hanya keadaannya rusak, Tetapi kerusakannya sudah tidak ada lagi di kala itu, Waktu telah menelannya bulat-bulat, Menjadikannya kerusakan yang abadi di masa lalu, Kerusakan yang tidak akan bisa diperbaiki..... Meskipun termaafkan. Buat saya, baru saat inilah saya sadari itu semua. Ya, begitulah... Saya memang bodoh, Selalu lambat dengan hal semacam ini. Dan mungkin sekarang dia juga sudah tidak lagi mempedulikan masalah ini, Entahlah... Saya tidak tahu... Dan tidak banyak yang bisa saya lakukan saat ini kecuali meminta maaf, Berharap kedepannya bisa kembali menjadi temannya. Terlebih setela...