Langsung ke konten utama

Postingan

Kembali ke Khayangan

Dua puluh tiga hari Dua puluh tiga hari sudah berlalu sejak hari itu. Hari dimana aku merasa bahwa aku adalah orang paling beruntung di dunia ini. Tanpa terasa olehku bahwa dunia ini berputar dengan cepat, dan saat aku sadar, tidak ada apapun yang tersisa untukku, tiada lagi tempat untukku dimanapun dalam hatinya. Hari-hari itu berlalu begitu saja, tanpa sapa, tanpa tanya, dan tanpa apapun tiap kali aku berpapasan dengannya sejak itu. Waktu yang biasanya terhenti saat aku melihat senyumannya, kini mengalir bagai sungai deras di tepi air terjun yang sangat curam. Detik-detik yang semestinya membeku saat aku merasa  “Dunia ini hanya milik aku dan dia” hilang entah kemana.  Dia selalu menghindariku saat aku ada disekitarnya, meskipun aku tidak bermaksud untuk menemuinya. Bahkan dia enggan melihat wajahku yang menatap penuh tanya mengharapkan penjelasan darinya. Dari situ aku mempelajari sesuatu:   Tidak akan ada yang dapat bertahan abadi di dunia ini. Sekal...

Teratai dan Bunga Mawar

Dibawah langit hitam ini,  ingatanku kembali lagi.  Kini aku benar-benar ingat  tentang semua hal yang terjadi padaku dulu.  Seketika aku pun menangis.  Hatiku lirih berkata rasanya tidak akan mudah melepaskan sesuatu  yang seharusnya sudah aku buang sejak lama.  Aku berani bersumpah pada hatiku bahwa aku sudah melupakan semua itu,  tapi hal-hal yang selama ini aku lalui selalu memaksaku  untuk kembali teringat kepadanya. Bulan purnama di langit itu sungguh menggores luka lama  yang sebenarnya sudah tidak ada dalam hatiku sekarang.  Angin malam ini, serta kunang-kunang di langit malam,  semuanya disana seakan-akan menyudutkanku untuk terdiam  dan memaksaku untuk teringat kejadian itu.  Cahaya dari matanya yang berbinar sekarang membayangiku,  canda dan tawa yang dulu kami pernah lewati,  kini semakin jelas di telingaku,  membuatku semakin hayut dalam t...

Kupu-kupu dari Surga

Kupu-kupu putih Dia sangat menakjubkan.  Warna indah sayapnya begitu menarik perhatian banyak orang, termasuk diriku.  Tetapi tak satupun dari mereka yang berhasil memiliki hatinya sampai saat ini,  akupun juga demikian.  Sudah sejak pertama kali saat aku bertemu dengannya tiga tahun lalu  aku jatuh cinta padanya dan berusaha mendekatinya,  tapi sampai detik inipun sama saja,  perasaan itu tetap akan menjadi cinta  yang bertepuk sebelah tangan dilihat dari sudut pandang manapun. Tiga tahun lalu. Tepatnya saat aku diterima untuk melanjutkan studi ku disini,  Sma terfavorit di rangkasbitung.  Disitulah aku bertemu dia untuk pertama kalinya,  Kupu-kupu itu berpapasan denganku dan tersenyum kepadaku.  Aku menatap wajahnya yang sekilas itu dan tertegun dalam hati  dari pagi sampai siang hari sepulang sekolah.  Sayangnya Aku dan dia tidak sekelas. Dulu, tak pernah terfikirkan...

Dia yang Bukan Dirinya yang Dulu

Aku rasa aku salah, sangat sangat salah dalam hal perasaan.  Aku selalu membiarkan fikiran buruk menghantuiku  dan membiarkannya membunuhku perlahan dari dalam.  Rasanya walaupun disana tidak ada masalah apapun  tetapi perasaan itu membuatku selalu ingin mencurahkan hati  kepada sang pencipta dan bertanya kepada-Nya apa yang salah dengan hatiku ini. Beberapa bulan kebelakang adalah saat saat paling indah yang pernah aku rasakan  sebagai siswa SMA tingkat akhir di Rangkasbitung.  Namun belakangan ini tak henti hentinya rasa khawatir menghantuiku  setiap aku hendak tidur.  Aku bahkan sering mimpi buruk karena aku memikirkan masa depanku,  memikirkan nasibku nanti dan dengan perasaan takut kehilangan seseorang  yang hadir kembali kini membuat hari-hariku terasa berat. Disaat kalian mencintai seseorang dengan sepenuh hati  tanpa orang itu tahu apa yang sebenarnya kalian rasakan  ...

Memetik Bintang - Sebuah awal perjalanan

Cerita ini dimulai saat aku bahkan tidak menyadarinya.  Tepatnya beberapa tahun lalu saat aku sering menjadi  bahan olok-olok semua teman kelasku.  Bisa dikatakan aku paling polos disana.  Perih rasanya setiap hari di ejek dan dihina  karena fisikku yang agak berbeda dari mereka,  mereka melakukannya sepuas hati mereka  dan tidak pernah merasakan penderitaan yang aku jalani ini. Aku anggap aku sudah dewasa waktu itu,  aku selalu bersabar dengan tingkah laku mereka  dan aku selalu menyisihkan waktuku  untuk sekedar memikirkan masa depan,  sama seperti orang dewasa lainnya diluar sana.  Tapi teman-temanku tak pernah menganggapku,  aku selalu dibedakan oleh mereka yang bangga akan diri mereka sendiri. Layaknya orang dewasa, aku juga selalu berdoa  agar aku bisa masuk sekolah penerbangan  ataupun sekolah meteorologi (aamiin),  bukan hanya untuk orangtuaku dan masa d...

JOMBLO – KENAPA TIDAK?

                Alhamdulilah kita bisa bertemu lagi untuk berdiskusi masalah yang satu ini,  yaitu ‘Jomblo’ yang biasanya digunakan sebagai kebalikan dari kata ‘Pacaran’ .                 Mendapatkan predikat ‘Jomblo’ adalah sebuah aib bagi sebagian  kalangan pemuda maupun pemudi bangsa ini,  biasanya predikat ini muncul karena masyarakat  yang memberi corak ‘Berpacaran’ pada lingkungannya  sehingga orang yang tidak sesuai denga norma ‘Pacaran’  akan dicap sebagai jomblo. ******************************************************************************************************* Permasalahan yang sebenarnya adalah ketika orang berpredikat jomblo  tersebut menjadi malu untuk berinteraksi, meminta hal lebih yang belu ia miliki (pacar)  bahkan sampai tidak mensyukuri apa yang ia miliki. Dari permasalahan diatas saya dapat men...

TERATAI YANG NYARIS MATI (end)

Nah aku salah lagi. Sebelumnya aku punya kekhawatiran akan orang itu, kekhawatiran jika ternyata dia dengan orang lain saat pergi ke jogja. Tapi dia ternyata dengan.... TEMANKU ya, temanku sendiri. memang tak ada stalker yang tak retak (hatinya). Mungkin memang seharusnya begitu, "Lebih baik mengucapkan kejujuran walaupun itu menyakitkan" Terimakasih kepada temanku Dedew yang telah mengatakannya kepadaku, aku tak pernah se lega ini sebelumnya ( pret) Well inilah akhir dari cerita indah. Aku fikir ini akan menarik karena berakhir dengan "Happy Ending" tetapi sama saja, BAD, BAD and BAD ENDING EVERYWHERE! Dengan haru aku menutup semua seri cepren ini,  intinya adalah "Tak ada satupun di dunia ini yang abadi, kebahagiaan hanya akan mengundang kesedihan pada akhirnya." Untuk Aulia ,  "Maafkan aku, aku begitu cepat menganggap bahwa kamu mau menjadi pacarku.  aku sangat lancang untuk berfikir bahwa kamu akan rela habiskan seti...