Langsung ke konten utama

Postingan

Remorse

Aku tidak tahu berapa kali aku membuatnya menangis Tangis sedih hingga ia terjaga semalaman karenanya Sulit untukku menjadi bagian dari hidupnya Disaat aku beribu kilometer jauhnya dari dia Tentu komunikasi jarak jauh solusinya Tapi apakah itu bisa selalu diandalkan untuk berkomunikasi? Sekali lagi jarak mempersulit segalanya Dan aku mengutuknya untuk itu Canda dan serius tidak bisa diartikulasikan dengan baik lewat pesan teks Itulah kali pertama aku kesal dan membuatnya sedih sejadi-jadinya Aku ingat betapa merasa bersalahnya aku di pesawat pulang itu "Ciye keduluan mantan lagi" pesannya setelah ia mengirim sebuah undangan digital Aku yang lelah karena perjalanan sudah tidak lagi bisa menggunakan nalar yang lurus Langsung ku jelaskan kenapa itu menyakiti perasaanku dan ia tidak membalas semalaman Ketidakberdayaan ku untuk mengatakan langsung padanya Entah ia sengaja mematikan handphone atau sengaja tidak membaca dan membalas pesanku Adalah hal yang sejujurnya membuatku ingin...

Kali ini berbeda

Saya sangat bahagia. Tidak ada kata yang lebih bisa mendeskripsikan keadaan saya sekarang selain itu. Meskipun tidak semuanya berjalan sempurna sesuai dengan apa yang saya inginkan, tetapi tidak sedikit pula hal-hal yang menurut saya sangat di luar ekspektasi ketika itu menyangkut rencana saya kedepan di hidup ini. Semenjak memilih seseorang yang akan saya jadikan sebagai pendamping hidup dan mati, semuanya jadi lebih terarah. Dari apa yang mesti saya prioritaskan, ingin jadi orang dewasa yang seperti apa, hingga hal spesifik seperti tempat bernaung di hari tua nanti, semua terlihat bayangnya di ujung jalan sana. Kalau orang bilang rahasiakan rencana dan tunjukkan hasil, saya lebih setuju kalau rencana juga ditunjukkan supaya saya bisa sekalian meminta didoakan oleh yang membaca dengan harapan semoga Allah SWT sebaik-baik perencana dapat mengabulkan apa yang saya ajukan. Jangka pendeknya saya berencana dalam 1 tahun dari sekarang akan menikah dan mutasi ke tempat istri, sedangkan renta...

Diskoneksi

The universe doesn't revolve around you. Gitu kata orang luar mah. Makin kesini makin sadar kalau saya bukan satu-satunya protagonis, Karena semua orang adalah protagonis di hidup mereka masing-masing. Enggak semua orang bisa punya waktu untuk peduli tentang saya. Terlalu sering saya berandai-andai apakah teman-teman saya disana Memikirkan bagaimana kabar saya atau sekedar ingat dengan saya. Terlalu banyak waktu terbuang hanya memikirkan apakah mereka peduli. Jawabnya tentu tidak sesimpel "ya" atau "tidak" Jelas apabila saya bertemu maka mereka akan menerima saya Dengan tangan terbuka dan sambutan yang hangat. Tentu saja akan selalu ada kursi kosong yang mereka sediakan Untuk saya ketika saya pulang ke kampung halaman. Tetapi bagi saya yang selalu memasukkan hati apapun perkataan Maupun perbuatan orang-orang disekitar saya, Sulit sekali percaya akan adanya kepedulian itu. Ketidaksesuaian kenyataan dan susahnya menentukan Status mereka dalam kehidupan saya inilah...

Menemukannya

Gelap pekat langit belum dapat sepenuhnya  Menelan gemerlap kembang api malam itu. Disitulah aku, Berbaring di tengah hamparan luas Tanpa apapun seluas mata memandang Kecuali pohon disebelahku, tempat berteduh, Kala matahari telah bangun dari tidurnya. Tempat apa ini? Sejak kapan aku disini? Lapang yang terasa sangat familiar Namun dalam waktu yang bersamaan  Semua memori tentangnya tak pernah ada Ada perasaan campur aduk coba mengingatnya Apakah aku baru sampai atau telah lama disini? Bagaimana dan kenapa aku bisa ada disini? *------------------------ Dan langit teraduk bagaikan topan Dengan matahari di tengah sebagai matanya, Bintang-bintang pun berhamburan Angin malam riak menggoyang rerumputan. Bintang-bintang telah jatuh bagai hujan meteor Atau lebih tepatnya hujan bintang? Hanya bulan, ditemani satu bintang terterang Bersinar dan setia bersamaku malam itu. Saat itulah aku teringat kembali akan tempat ini, Mengapa, bagaimana, sejak kapan aku disini Dan terpenting siapa se...

Evaluasi 2021 dan Resolusi 2022

Saya merasa sudah baikan jika melihat apa yang saya pikirkan tahun lalu tentang 2020. Tentu semua stress itu masih ada di 2021, semua kesibukannya juga masih sama, bahkan bertambah. Namun cara saya mengatur waktu dan melihat semua itu dari sudut pandang berbeda Berhasil membuat saya lebih bahagia dan toleran terhadap stress. Yup, 2021 sama sekali tidak se-menakutkan 2020. Buat saya 2021 adalah tahun yang "lebih menyenangkan". Di tahun lalu saya bisa mencapai beberapa target pribadi saya meskipun kecil Seperti mencapai BMI normal, sedikit menabung dan mengaktualisasikan diri saya. Saya merasa bahwa di sana banyak sekali momen dimana saya menjadi pusat perhatian Saya suka perhatian, semua orang suka perhatian gak sih? wkwk Di tahun 2021 saya: Masih membiasakan memasak di kos dan bawa bekal ke kantor, Partisipasi di lomba menulis artikel BPS se-provinsi, Mencapai target menabung meski belum seberapa, Memperbaiki pola tidur dengan mengurangi begadang main game, Selesai kursus men...

Kembang api

Harapan. Layaknya sebuah pohon yang sudah ditebang, Perlahan-lahan bisa tumbuh kembali, Dengan kehadiran cahaya dalam langit-Nya, Hujan yang tak pernah biarkan dia kehausan, Juga unsur hara yang selalu tanah sediakan. Semoga. Dari awal saya tiba di perantauan, Saya sepenuhnya sadar bahwa  hati saya sudah tidak bersama saya. Ia sudah pamit bersama harapan yang Masih mungkin untuk tidak kembali. Lenyap. Hilang. Atau bahkan melebur Dengan perasaan kecewa. Bagaimana tidak, Hanya mengharapkan seseorang akan tahu Tentang apa yang kita inginkan Tanpa kita mengutarakan hal itu kepadanya Adalah hal yang konyol. Alih-alih menanti, Memantaskan diri, Dan memantapkan niat dulu,  Katanya. Bagus memang. Tapi mau sampai kapan?? Semua proses itu takkan terlihat Ada dimana ujung jalannya Jika saya tidak pernah membuat keputusan. Ditengah keadaan harap-cemas itu Selalu timbul tanya pada diri saya: 'Kenapa tidak jujur pada hatimu?' 'Kenapa tidak ikut kata hati saja?' Yang tentunya takkan m...

Kehilangan, katanya.

Sebuah harapan, menurut saya adalah satu dari beberapa hal paling luarbiasa yang bisa kamu rasakan di dunia. Sebaliknya, harapan yang hilang akan membuatmu kurang bisa menerima kenyataan. Dunia mulai terlihat seperti semua isinya secara kolektif tidak sudi kamu bahagia. Ada visi yang hilang bersamanya, menjadikan kamu seakan buta akan hari-hari mendatang di masa depan. Ada hayal indah yang memudar, atau lebih tepatnya terpaksa harus dipudarkan karenanya. ----- Tetapi itulah hidup. Bukan hidup namanya kalau sepanjang jalannya kita selalu lancar-jaya-bahagia-sejahtera-selamanya. Kamu pasti akan selalu diingatkan, atau bahkan sesekali dipaksa, untuk menunduk pasrah tak berdaya. Diingatkan oleh dunia sekitarmu atas perintah-Nya, bahwa semua rencanamu bukanlah apa-apa ketimbang jalan yang Tuhan sudah tuliskan untukmu. Dipaksa turun dari egomu yang setinggi langit, agar kamu sadar diri atas semua hal yang kamu buat salah. Juga, agar kamu selalu ingat bahwa Tuhan memang punya kuasa penuh atas...