Langsung ke konten utama

Postingan

Seseorang di Masa Depan

Masa depan adalah masa misteri buat siapapun, contohnya kalau bicara tentang jodoh. Perihal jodoh, Ada beberapa tipe orang dalam menanggapi hal ini, mulai dari yang mempersiapkan diri, yang langsung mencari pacar, dan yang hanya santai-santai belum memikirkan jodoh. Menurut saya tipe pertama adalah yang paling ideal, menempa diri menjadi orang yang dapat diandalkan dan baru berusaha mencari ketika sudah siap. Sangat cocok untuk yang masih jadi pelajar, ataupun belum mampu secara ilmu. Tipe kedua adalah tipe waswas, hanya menjalin hubungan main-main dan buang-buang waktu. Saya sebut waswas karena biasanya motifnya itu dia tidak ingin  seseorang yang dia suka diambil oranglain nantinya. Jadi dia pacari dulu bertahun-tahun, nanti baru dinikahi kalau sudah siap.  (dan kalo gak putus sih ._.) Percayalah itu semua buang waktu, saya pernah alami masa begini juga soalnya wkwk Sebisa mungkin jangan jadi tipe ini ._. Selain pacaran itu...

Sejuta Harapan, Sejuta Masalah

Ditengah sibuknya kuliah, tentu pernah terpikir ingin jadi seperti apa nantinya kita saat dewasa, dan semua karakter di saat dewasa itu berakar dari kebiasaan yang kita lakukan sekarang. Pengalaman saya, banyak karakter yang gagal saya tanamkan ke diri saya. Beberapa karakter yang butuh kesabaran, dan beberapa karakter yang memang butuh bakat murni. Mulai dari karakter ideal pemuda kantoran jaman sekarang, hingga karakter pemuda religius... Dan pada akhirnya saya tidak bisa memaksakan diri untuk jadi seperti orang lain. Apa yang biasa saya lakukan ya itulah saya. Sebagai seorang yang tidak jelas apa tujuan dan keinginannya di masa depan, saya bisa bicara bahwa menjadi diri sendiri saja itu sudah cukup untuk menghadapi dunia, hanya butuh skill adaptasi kelas tinggi saja. Seperti mensyukuri sesuatu yang didapatkan, Tidak mengeluh ketika diamanahi sesuatu, Bahkan sesederhana bersabar.... Itulah yang terpenting menurut saya... Karena sudah terlambat bagi saya untuk ...

I'm More Than Ready

Apakah mimpi benar dapat menggambarkan masa depan? Entah... Mungkin hanya pikiran buruk, atau mungkin sebuah firasat?? Suatu saat akan pergi jauh dalam waktu yang lama atau mungkin selamanya... Waktu yang terus berkurang dan juga ketidaksiapan karena keadaan... Semuanya masih abu-abu, violet, atau mungkin jingga? Campur aduk dalam mimpi itu. Orang itu akhirnya memutuskan untuk menerima orang lain. Sama seperti dugaan saya di mimpi yang sebelumnya. Dan kenapa pula mimpi muncul dalam bentuk sequel sekarang? Seolah mimpi itu akan menjadi nyata sakitnya pun perlahan muncul nyata... Melepaskan seseorang yang memang tidak kita miliki ya kita bisa apa... Mengutamakan karir dan mengesampingkan itu semua, saya rasa salah satu cara yang indah menjalani hidup sebagai laki-laki. Karena laki-laki punya umur yang panjang, sedangkan wanita tidak... Tidak hanya itu, kabut yang semakin menjelma itu sebenarnya sudah mulai menampakkan tanda-tandany...

I am barely still here

Menjadi diri sendiri, kata orang.... Menjadi versi terbaik dari diri kita, kata orang.... Tanpa orang-orang itu tahu seberapa sulitnya.... Versi terbaik diri saya, sayangnya belum saya pikirkan. Hadirlah sebuah pemikiran dimana menuliskan resolusi untuk menjadi orang lebih baik kedepannya itu jadi sangat membosankan. Karena kebanyakan kegagalan yang saya alami akibat terlalu tingginya harapan. Saya sudah menyerah dalam beberapa hal. Dan mungkin tidak akan pernah ada yang bisa mengubah itu. Hadir lagi sebuah perasaan yang mengatakan bahwa semua usaha yang saya lakukan itu tidak ada gunanya. Untuk apa berjuang, untuk apa peduli... Disaat kamu tahu semua itu takkan ada artinya sedikitpun. Mungkinkah itu artinya sekarang saya sudah dewasa dan baru saja menerima tamparan kenyataan.....?? ...... Saya rindu dengan diri saya di masa lalu, hendry yang selalu berpikir semua bisa dicapai jika kita terus berusaha... hendry yang selalu punya ambisi dan cita-cita tinggi. d...

What Matters In Our Life

Menurut saya, pada akhirnya hanya sedikit saja yang sangat penting bagi kita. IPK, Prestasi, Penampilan menawan, Kekayaan dan Barang-barang mewah lainnya, semua itu tidak akan menjadi penjamin kebahagiaan kita. Saya selalu membayangkan bagaimana masa tua saya nanti, di hari-hari akhir saya, IPK tinggi ataupun rendah yang saya punya di masa muda saya tidak akan membuat saya senang, Penampilan saya di masa muda juga tidak akan bertahan selama itu, Dan apa pengaruhnya semua prestasi yang saya miliki saat saya muda? Lalu harta dan semua barang itu? Di hari tua itu mungkin saya akan sadar bahwa yang penting dalam hidup ini adalah hubungan. Bagaimana kualitas hubungan saya dengan orang lain pasti menentukan kebahagiaan saya. Maka saya ingin sedari sekarang merubah fokus saya menjadi orang yang lebih akrab. ============================================================ At the end of the day ask yourself if you gave your best effort. Be bold and be fearless. Avoid living your life...

Insecurities - Krisis Identitas

Ada pepatah yang mengatakan bahwa tak ada manusia yang sempurna, kesempurnaan semu yang dirasakan bisa seketika berubah menjadi pesimisme sejati. Mungkin karena ada yang lebih baik, lebih pintar, lebih jago dalam suatu hal, seseorang bisa merasa bahwa identitasnya telah dicuri orang. dan itu terbukti di diri saya. Ada banyak hal yang saya mulai sadari sekarang, salah satunya adalah betapa "bukan siapa-siapa"-nya saya ini. bertemu teman baru, mengenal pribadi baru, dan juga menemukan keretakan baru di diri sendiri. Sampai saat ini belum ada karakter unik dari diri saya yang bisa saya tunjukkan. Pintar? banyak yang lebih pintar. Keren? banyak yang lebih kece. Tajir? nope. Atletis? saya agak alergi olahraga karena sedari kecil tidak diajak teman di kampung. Makanya tidak seperti laki-laki pada umumnya yang suka futsal, saya tidak suka itu karena memang tidak pernah bisa meski sering diajak. Religius? saya berusaha keras mengejar ketertin...

STIS - Sekolah Tinggi Ilmu Statistik Story

Dua tahun terakhir ini adalah tahun-tahun terindah di masa muda saya, bertemu orang baru, dapat sahabat baru dan pengalaman baru. STIS tidak hanya mempertemukan saya dengan orang2 dari seluruh penjuru indonesia, tapi juga orang2 gokil dari seluruh penjuru indonesia. Yang membuat naluri gokil saya keluar lagi (setelah jaim satu semester). 28 - PBO Keluarga pertama saya di STIS, Disatukan di satu kelompok MP2K (ospeknya STIS) bergelut menyesuaikan diri dengan suasana kampus, langkah awal saya disini. Terimakasih PBO 28! 1 Hedoners 57 - Tingkat Satu Keluarga yang gak kalah ancurnya, bukan orang2 yang over ambis, santai tapi serius dan kadang kelewat santai. Melewati tahun pertama belajar di STIS dengan mantap. Kami juga berhasil lulus ke tingkat dua tanpa satupun anggota yang drop-out Terimakasih Hedoners!! 2 Exceed 57 - Tingkat Dua Awalnya belum move on dari hedoners dan enggan akrab sama exceeders, Lama kelamaan ya kepancing juga jiwa...