Langsung ke konten utama

Postingan

Kumo - Ke(tidak)jelasan Hati

Sepandangan mata dan juga iringan waktu,  pasti akan ada yang hilang, dan akan ada pula hal baru yang muncul. Hilangnya sesuatu itu bukan semata hanya karena tergerus perubahan zaman, namun juga karena nilai yang tak lagi dianggap berharga,  lalu mengecil, dan lenyap. Dalam sudut lain, akan muncul hal baru  yang tidak pernah kita ketahui sebelumnya. Dan lagi-lagi, zaman bukanlah satu-satunya untuk disalahkan. Karena secara tidak sadar, pribadi kita mulai berubah, Arah berpikir dan cara pandang kita terhadap sesuatu juga berkembang, Baik ke arah positif maupun negatif.  Singkatnya,  berubah ke arah yang lebih intens dari biasanya,  dan lebih spesifik lagi. Pemikiran ku tentang perasaan juga mulai berubah, Bahkan sangat bertentangan dengan cara berpikirku di masa lalu. Menurutku, anggapan bahwa "suatu hal akan selalu menjadi yang terbaik" dan mindset orang yang menyangkal paham tentang  "Masih ada langit d...

Yama - Hidup di antara keraguan

It’s been four years Sudah empat tahun yang berlalu diantara kita, Entah telah berapa ratus kilometer ditempuh untuk saling menjauh, membenci,  dan melupakan satu sama lain. “Kamu adalah satu-satunya yang berbeda, bintang yang bersinar paling terang diantara debu kosmik luar angkasa” Kita sama-sama percaya semanis apapun kalimat yang dibuat akan selalu terkikis  dan tereduksi oleh ruang dan waktu. Seiring terjadinya pertemuan kita dengan orang lain yang menurut kita lebih baik, Bintang yang lebih bersinar dibanding bintang sebelumnya. Karena mungkin kita hanya baru menjelajahi galaksi bimasakti,  lebih banyak yang kita tidak tahu. Benci bukanlah alasan bagi kita untuk berpaling arah saat dipertemukan Justru saat salah satu diantara kita berpalinglah akan timbul tanya, Tanya yang akan terus tumbuh menjadi curgia, Dan curiga yang berkembang jadi benci. Masalah utama semua orang bukanlah benci, Terkadang orang-orang hanya pedul...

Sora - Ada tapi tak ada

Awan yang tertelan langit Siang hari sejatinya menjadi waktu yang hampa Sepi dari suara orang bekerja Sepi dari klakson kendaraan lalu lalang Sepi dari ocehan ibu-ibu rumpi Hanya serangga yang sepatutnya terdengar Beriringan dengan tiupan angin yang lembut. Dalam hampa itu mungkin akan muncul tanya pada benak semua orang “mengapa tidak seperti itu sejak dulu?” Memang begitu keadaannya, begitulah kenyataan hidup Manusia selalu memiliki sifat tamak akan hal duniawi Selalu ingin memiliki segala hal di dunia tanpa peduli konsekuensi Tanpa peduli batasan yang sebenarnya tidak boleh sedikitpun diubah Tanpa kesadaran bahwa ini semua sudah ada pemiliknya, Sang Pencipta. Tidak terkecuali dengan perasaan Dan sering mereka juga bertanya “bisakah aku memiliki dia?” Pertanyaan yang sebenarnya tidak usah ditanyakan Pertanyaan yang betul-betul tidak boleh dipertanyakan Karena seyogyanya perasaan seseorang juga milik-Nya Yang Maha Membolak-balikkan Hati...

Arashi - Awal Konflik Batin

Siapa di dunia ini yang gak pernah merasakan gelisah dan kebencian?  Aku yakin tidak ada. Aku akan cerita tentang hal yang terjadi saat ini, di situasi dimana seharusnya aku tidak lagi jadi korban perasaan, kenyataan yang menggambarkan kebenaran tentang dirinya yang lain. Waktu memang berlalu, benar-benar sudah berjalan jauh  dari masa saat aku dan dia bersama dulu, (oke mungkin terlalu lebay), di sini, di situasi saat ini yang aku rasa, jarak dan waktu semakin saja giat menjadikan aku tumbal perasaan. Orang yang baru terjun dalam dunia kampus, itu aku, kita. Semua orang berfikir bisa cari yang baru, cari sumber motivasi baru yang bisa dijadikan penyemangat (katanya). Tapi itu cuma teori. Jangankan cari sumber motivasi, cari sumber materi saja sudah begitu sulit. Tapi tetap saja kebanyakan orang setuju kalau lama-kelamaan kebencian akan hilang ditelan jarak dan waktu tadi, hingga lenyap. (tumbal perasaan) Karena aku khawatir yang hilang bukanlah g...

Apa Gunanya Percaya?

Dulu aku pernah menerka-nerka apakah aku bisa menemukan kebahagiaan seperti orang lain diluar sana. Sedangkan aku masih saja terkurung disini, terpuruk, oleh kelamnya masa lalu dan pengalaman yang tidak pernah menyenangkan tentang rasa suka terhadap seseorang disana. Bukankah dari dulu aku pernah bercerita mengenai seseorang yang terus mengejar orang yang dicintainya walaupun orang itu tidak memiliki perasaan yang sama? Dan aku membenci orang yang seperti itu? Iya kan? Tetapi sekarang aku malah menjadi orang yang sama seperti dia. Terus mengejar sesuatu yang belum tentu akan menolehkan perhatiannya kepadaku. Lalu mengapa aku malah menjadi seperti itu? Kita semua tahu jawabannya lah. Cinta. Reaksi senyawa kimia di otak yang menurutku masih menjadi suatu misteri. Karena tidak banyak yang aku tahu tentang cinta kecuali perihnya dan sakitnya cinta. Hanya dua itulah yang selama ini menghujam hatiku. Mungkin itu karena aku terlalu banyak berkhayal tentang cinta yang inda...

Jauhkan dia, jauhkan!

Entah kenapa, hari hari belakangan ini terasa semakin cepat dari biasanya. Kita bisa terkejut saat merasakan kehadiran sesuatu yang bahkan kita tidak harapkan, karena kita tidak benar-benar memahami waktu dan apa tujuan tersembunyi miliknya. Sama seperti beberapa perasaan yang sulit dijelaskan oleh kata-kata yang tiba-tiba ada disini, di nalarku yang hanya tahu bagaimana untuk bertahan hidup di sebuah indekos Jakarta. Apa aku jatuh cinta lagi? Oh Tuhan tolong jangan lagi. Cukup aku berurusan dengan memori masa laluku tentang jatuh cinta di masa lampau, aku tidak ingin lagi merasakan bagaimana terombang-ambing kegelisahan, yang akhirnya hanya membawaku pada depresi karena mengharap yang terlalu jauh. Kuatkanlah aku, hatiku. Tuhan, jika Engkau memberiku pilihan, aku sebenarnya tidak ingin lagi. Perempuan itu memang benar hanya racun dunia, mereka bahkan merasuki pikiran laki-laki tanpa harus berbicara, tanpa harus berkata dan melakukan sesuatu yang menarik perhatian. merek...

Teratai Terindah

“It’s been three years since I first met you on that highschool. So many things have changed since then, I feel like it was too fast that I regret some of my mistake there. Yeah I almost forgot everything about our past. I forgot how I used to be in this past three years. I don’t know what is changed from me, I’ve forgot that. But I’m promise, I’ll never forget you” ====================================================================== Pagi itu adalah kali pertama aku dan teman lainnya bertemu untuk latihan lapangan, latihan lapangan pertama kami yang gagal. Siang itu hujan deras sekali. Angkot yang aku naiki bocor, terpaksa aku menerima setiap tetes air dingin dari atap angkot itu dengan ikhlas. Hingga sampailah angkot itu di suatu perempatan lampu merah. Aku bergegas turun dan berlari menuju gerbang sekolah yang jaraknya 150 meter dari sana, berharap waktu akan iba dan kembali berjalan mundur agar aku tidak dihukum senior di lapangan. Pagi itu, Pagi itula...